Shaill’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Khasiat tanaman kelapa… August 21, 2008

Filed under: Tanaman — shaill @ 7:22 am

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Keracunan, Panas dalam, Sakit panas, Demam berdarah, morbili; Influenza, Kencing batu, Sakit saat haid, Cacing kremi, Sakit gigi; Ubanan, Ketombe;

Pemanfaatan :

1. Keracunan
Bahan: 1 butir kelapa hijau;
Cara membuat: dilubangi ujungnya;
Cara menggunakan: Airnya diminum sampai habis.

2. Sakit panas dalam
Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telor ayam kampung
mentah;
Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung
yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian
dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut;
Cara menggunakan: diminum pada siang hari.

3. Sakit panas
Bahan: 1 gelas air kelapa muda dan 1 sendok madu;
Cara membuat: kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai
rata;
Cara menggunakan:
Untuk dewasa: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
Untuk balita: 2 kali sehari, 1/2 cangkir the;

4. Demam berdarah
Bahan: 1 butir buah kelapa dan 1 butir jeruk nipis;
Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, jeruk nipis diperas
untuk diambil airnya, kemudian air jeruk nipis dimasukan ke dalam
buah kelapa dan diaduk sampai merata;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

5. Kencing batu
Bahan: 1 butir buah kelapa hijau dan 1 butir telur ayam kampung
mentah;
Cara membuat: buah kelapa dilubangi ujungnya, telur ayam kampung
yang masih mentah dipecah dan dibuang kulitnya, kemudian
dimasukan ke dalam buah kelapa tersebut.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

6. Mengurangi sakit waktu haid
Bahan: 1 gelas air kelapa hijau dan 1 potong gula aren;
Cara membuat: Kedua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai
merata;
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore,
selama 3 hari berturut-turut.

7. Influenza
Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 rimpang kencur sebesar ibu jari;
Cara membuat: buah kelapa dan kencur diparut, kemudian kedua
bahan tersebut dicampur merata, ditambah 1 gelas air masak dan
diperas untuk diambil airnya;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

8. Morbili
Bahan: 2 helai daun kelapa kering, 1/2 genggam daun korokot, 1/2
rimpang dringo bengle, 1/2 genggam daun petai cina, adas
pulawaras secukupnya;
Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
halus;
Cara mengunakan: digunakan sebagai bedak untuk seluruh tubuh si
penderita.

9. Mengusir cacing kremi
Bahan: 1/4 butir buah kelapa dan 1 buah wortel;
Cara membuat: buah kelapa dan wortel diparut, kemudian kedua
bahan tersebut dicampur, ditambah 1 gelas air, diperas dan disaring;
Cara menggunakan: diminum malam hari menjelang tidur.

10. Sakit gigi berlubang
Bahan: tempurung (batok)
Cara membuat: tempurung kelapa dibakar dan minyak yang keluar
di pinggir api diambil dengan kapas dan digulung sebesar lubang
gigi;
Cara menggunakan : dimasukan ke dalam lubang gigi yang sakit.

11. Ubanan
Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua , air buah kelapa itu sendiri;
Cara membuat: buah kelapa diparut dan diperas dengan air kelapa
itu sendiri untuk diambil santannya; kemudian air santan tersebut
diberi garam secukupnya dan diaduk sampai merata, kemudian
diembunkan semalam di luar rumah;
Cara menggunakan: Sebagian dari santan tersebut dipergunakan
untuk mengurut bagian yang beruban dan dibiarkan 10 -15 menit,
sebagian santan lagi dipergunakan untuk keramas secara teratur 3
hari sekali.

12. Ketombe
Bahan: 1/2 butir buah kelapa tua dan 1/4 buah nanas, 1 butir jeruk
nipis, 11/2 gelas air kelapa itu sendiri;
Cara membuat: buah kelapa dan nenas diparut untuk diambil
airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur sampai merata
dan disaring;
Cara menggunakan: dipergunakan untuk keramas 5 hari sekali.

Komposisi :
Buah kelapa yang sudah tua mengandung kalori yang tinggi, sebesar 359 kal per 100 gram; daging kelapa setengah tua mengandung kalori 180 kal per 100 gram dan daging kelapa muda mengandung kalori sebesar 68 kal per 100 gram. Sedang nilai kalori rata-rata yang terdapat pada air kelapa berkisar 17 kalori per 100 gram. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi. Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun. Komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gram dari setiap 100 gram

 

TANAMAN HIAS

Filed under: Tanaman — shaill @ 6:43 am

Adenium

Adenium

Adenium atau dikenal dengan sebutan kamboja jepang. Adenium memikat para penggemar tanaman hias karena variasi warna bunganya kaya dan indah. Ditambah lagi bentuk akarnya yang membesar bila telah tua. Inilah yang membuat sosoknya jadi unik dan mirip bonsai.

Aglaonema

Aglaonema

Keindahan Aglaonema bukan terletak pada bunganya, namun warna dan corak daun yang memikat. Dikenal sebagai “Sri Rejeki” atau “Chinese Evergreen” merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies.

Anthurium

Anthurium

Anthurium adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan. Ada dua jenis Anthurium, yaitu Anthurium daun, dan Anthurium bunga. Keduanya sama-sama cantik. Anthurium daun berwarna hijau segar, dan bisa bertahan lama. Motifnya sangat banyak, ada yang bergelombang, berwarna hitam, berbentuk mirip daun sawi, atau keris.

Caladium

Caladium

Caladium atau dikenal dengan sebutan keladi merupakan tanaman keluarga Araceae yang menawarkan corak warna daun yang amat mempesona. Ada yang berwarna dominan putih, pink, merah, kuning, atau bahkan paduan dari aneka warna.

Euphorbia

Euphorbia

Bunga Euphorbia yang berwarna-warni menyimpan keunikan tersendiri saat memandangnya apalagi tanaman ini mudah untuk dirawat. Dulu, tanaman asal Madagaskar ini bunganya masih kecil-kecil dan warnanya terbatas. Setelah dilakukan rekayasa genetik oleh para ahli tanaman di Thailand, barulah orang mulai memerhatikan tanaman satu ini.

Pachypodium

Pachypodium

Orang seringkali salah mengidentifikasi Pachy sebagai kaktus karena kemiripan duri pada batangnya. Bunga Pachypodium cukup beragam warnanya. Selain itu juga bonggolnya walau berduri, tidak mengurangi keindahan bonggolnya.

Plumeria

Plumeria

Keindahan serta keanggunan warna bunganya yang variatif membuat tanaman Plumeria atau Kamboja semakin dipuja. Dengan penyilangan, bunga kamboja berevolusi dari warna awalnya yang putih dan merah muda menjadi warna oranye, merah maroon, kuning, serta aneka warna lainnya.

Philodendron

Philodendron

Dengan bentuk daunnya yang lebar, Philodendron banyak disuka sebagai tanaman dalam ruang atau untuk hiasan. Philodendron termasuk dari keluarga Aracea, dan sangat banyak spesies, dengan ciri-ciri tersendiri pada lebar, ketajaman, dan warna daun.

Sansevieria

Sansevieria

Sejak awal abad ke-19, tanaman ini pun mulai naik pamornya. Sansevieria dianggap sebagai komoditas tanaman hias yang penting di dunia. Bentuk dan corak daunnya yang indah dan sangat beragam ternyata mampu memikat hati para penggemar tanaman hias.

 

Mawar Gurun Baru yang Diburu August 20, 2008

Filed under: Tanaman — shaill @ 10:49 am
Klik untuk melihat foto lainnya…
Ada gebrakan baru di adenium bunga putih yang tak pernah popular mendadak digandrungi peminat. Lebat dan rajin berbunga menjadi daya tarik.

Sejak 2003 silangan berwarna putih sudah hadir di dunia adenium. Namun, ‘Dulu, silangan adenium bunga putih hanya jadi pelengkap dan permintaannya biasa-biasa saja,’ kata Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo nurseri.

Tahun ini, mozza muncul untuk membuktikan bahwa tak selamanya adenium bunga putih selalu jadi anak tiri. Hasil buruan Slamet dari seorang penyilang Thailand pada akhir 2007 itu tampil memukau dengan tampilan sama persis dengan eye of the storm. Bentuk kelopak bunga sama-sama membulat dan berukuran besar dengan diameter di atas 8 cm. Hanya beda warna kelopak bunga saja: eye of the storm, pink; mozza, putih.

Rajin berbungaKerajinannya berbunga jadi senjata utama menjerat hati para peminat. ‘Mozza berbunga lebih awal dan paling rajin dibanding jenis adenium generasi sebelumnya,’ katanya. Februari 2008 merupakan kali pertama terlihat deretan adenium kelas A-ukuran kecil dengan diameter batang 3-5 cm- berbunga lebat dan serempak. Itu tidak lain mozza.

Padahal, saat itu adenium-adenium lain masih enggan berbunga lantaran masih banyak turun hujan. Ketika kemarau, pada Mei 2008, deretan mozza tampil paling semarak. Jenis lain tak sebanjir itu.

Mozza mewarisi sifat-sifat induknya. Ibunya, eye of the storm, terkenal karena kelebatan bunganya. Soal kerajinan, mozza malah melebihi eye of the storm. Pertumbuhan mozza lebih cepat daripada eye of the storm. Pada umur yang sama mozza lebih banyak tumbuh cabang sehingga bunganya lebih lebat. Mozza sudah mulai berbunga pada hari ke-45 setelah sambung, sedangkan eye of the storm baru berbunga setelah 2 bulan.

PeachTak hanya mozza yang menyeruak pasar di luar prediksi. Dottie-bunga putih keruh dengan semburan pink di tengah-juga menempati jajaran lima besar silangan baru yang paling diminati konsumen. Silangan asal Taiwan itu lebih banyak menarik kalangan pemula lantaran warna yang lembut dan corak sederhana.

Salmona-bunga berwarna putih dengan corong peach-pun jadi andalan. Pada April 2008, thorra, ayala, bonzy, benito dan elexa muncul menyusul mozza, dottie, salmona dan 9 silangan lain yang dirilis Godong Ijo pada Februari 2008.

Bonzi yang paling moncer di antara 5 silangan yang dirilis April 2008 itu, lagi-lagi varian the peach. Bonzi berwarna putih keruh dengan corong peach dan strip merah tegas di tengah petalnya. Itu sesuai dengan prediksi Handry Chuhairy-pemain adenium di Tangerang, tentang varian peach akan naik daun.

Corong kuningDi Yogyakarta lain lagi. Yang menjadi perbincangan adalah adenium silangan Untari Retno Wahyuni. ‘Silangan dengan corong kuning sulit didapat,’ kata wanita yang sudah menyilangkan adenium sejak 5 tahun lalu itu. Empat silangannya yang bercorong kuning mekar pada akhir 2007 yakni Kallalia, yu mi ko, patrick dan first day.

Kallalia bertepi merah dengan strip pada petalnya sangat tegas, mirip brave heart. Hanya saja corong kallalia lebih kuning dengan petal tengah putih yang lebih kentara.

Sementara first day, petal dominan putih dengan garis sembur yang sempit tapi tegas. Tari menggunakan painted lady jadi tetuanya. Dengan tetua ini pula, pemilik Omah Ijo itu berharap bisa menghasilkan adenium berpetal putih yang lebih bersih.

Silangan-silangan baru si mawar gurun seolah tak ada habisnya, pantas jika penggemarnya tak pernah bosan untuk terus berburu. (Nesia Artdiyasa)

 

Pesona Gadis Berbau

Filed under: Tanaman — shaill @ 10:45 am
Klik untuk melihat foto lainnya…
Setahun lalu ratusan wahong Premna serratifolia teronggok di halaman belakang rumah Piko-pemburu bakalan bonsai di Pacitan, Jawa Timur. Daun besar dan alur rumit membuat wahong tak dilirik pebonsai. Sekarang bakalan itu diperebutkan lantaran tak kalah bagus dibanding santigi.

Kehadiran jin shari-kulit batang yang terkelupas sehingga berkesan tua-secara alami jadi keunggulan wahong. Jin shari terbentuk lantaran di habitatnya-pantai berkarang-wahong diterpa ombak dan pasir. Ini mirip santigi yang habitatnya serupa.

Sayang ukuran daun wahong besar. Daun berbentuk bulat telur itu lebarnya mencapai 5 cm dan panjang 8-10 cm. Bandingkan dengan lebar daun santigi yang hanya 5 mm dan panjangnya kurang dari 1 cm. Padahal daun bonsai idealnya kecil. Pantas pebonsai lebih memilih santigi, cemara udang, dan sancang.

Saudara sancangSupaya daun mengecil, pada 2000-an banyak pebonsai menyambung wahong dengan sancang Premna mycrophila. Saudara sekeluarga wahong yang pertama kali didatangkan dari Taiwan dan Filipina itu memang serupa. Hanya saja daunnya jauh lebih kecil dan karakter jin shari-nya kurang tegas. Makanya sambungan wahong dan sancang mampu menampilkan karakter batang tegas, atraktif dengan ukuran daun kecil yang proporsional.

Namun, pebonsai kerap mengalami kegagalan. ‘Tingkat keberhasilan hanya 60% jika dilakukan di Jakarta. Di Bandung bisa sampai 90%,’ kata Husein Ahmad, pemain bonsai kawakan di Tangerang. Keberhasilan penyambungan sangat tergantung lingkungan. Lantaran banyak kasus kegagalan, pamor wahong pun meredup. Wahong identik sebagai bakalan yang gampang mati dan sulit digarap. Pantas, jika akhirnya tanaman yang dijuluki the stinky lady-gadis berbau-lantaran bau daunnya yang khas itu mulai dilupakan.

Toh kondisi itu tak membuat Robert Steven-pemain bonsai di Jakarta-urung jatuh cinta pada spesies endemik Indonesia itu. Robert terpikat pada pandangan pertama tatkala melihatnya di sebuah nurseri di Solo, Jawa Tengah, pada 2003. Melihat guratannya yang artistik, Robert tak mempedulikan ukuran daun yang besar dan tidak proporsional.

Pria kelahiran Medan itu yakin, dengan perlakuan tepat, tanaman yang habitat aslinya di pesisir laut dan tebing itu tampil sempurna. Belajar dari kegagalan pebonsai lain, Robert tak menyambung wahong dengan sancang. Si gadis berbau itu diperlakukan sebagai individu.

Tumbuh cepatSegera saja Robert mengutak-atik wahong dengan teknik bonsai. Mula-mula ditentukan batang utama dan arah geraknya. Lalu merencanakan tunas-tunas yang akan dimunculkan. Semua cabang dan ranting yang tak masuk dalam perencanaan dipangkas. Tunas yang muncul di sembarang tempat disambung ke titik yang dikehendaki.

Hasilnya mengejutkan. Wahong tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan santigi. Daun mengecil sampai lebarnya hanya 2 mm. Jika bonsai santigi baru terbentuk sempurna setelah 8 tahun, wahong hanya 4 tahun. Musababnya dengan pembesaran cabang dan pertumbuhan ranting cepat, wahong lebih sering dipangkas dan dibentuk. Makanya dalam waktu singkat ia jadi bonsai sempurna.

Selain tumbuh cepat, wahong lebih tahan banting. Robert berani mencuci dan memutar-mutar posisi akar bahkan memotong akar sebelum menggarapnya. ‘Padahal pada santigi, akar harus dalam bola tanah dan tak boleh sembarangan diubah posisinya,’ ungkap juri bonsai internasional itu. Santigi sangat gampang stres, apalagi jika akarnya terkoyak. Risiko kegagalan pada wahong jauh lebih rendah daripada santigi. Mengeksplorasinya pun lebih leluasa. Jin sharinya yang dramatis paling sesuai untuk gaya bonsai ekspresionis.

Utak-utik Robert membuahkan prestasi. Wahong koleksinya merebut gelar the best original design pada lomba di Amerika pada 2007. Penghargaan the best broadleaf bonsai pun digondolnya. Waktu dipamerkan di Asia Pacific Bonsai and Suiseki Convention and Exhibition (ASPAC) pada 2007 di Bali, wahong jadi pusat perhatian.

Pebonsai luar negeri pun terpikat. Sejak akhir tahun lalu, sekitar 200 bakalan diekspor ke Afrika, Italia, Amerika, dan Poertorico. Nama si gadis berbau pun mengharum hingga kancah internasional. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Argohartono Arie Raharjo dan Destika Cahyana)

 

Tentang Sansevieria

Filed under: Tanaman — shaill @ 10:39 am

Flora eksotik penyerap racun

Tanaman indah dan sedap dipandang mata ini habitat aslinya justru di daerah tropis kering (iklim gurun yang panas & pegunungan tandus), memiliki keunggulan yang jarang ditemukan pada tanaman lain.

Sansevieria memiliki ciri umum menyimpan air didalam seluruh bagian tubuhnya dalam jumlah banyak, memiliki rimpang, berdaun tebal, serta ujung daunnya runcing atau berduri. Oleh Peneliti sering dinamakan dengan tanaman Perintis (Old century plant), yaitu tanaman purba yang mampu bertahan hidup saat tanaman dari famili lain tidak mampu bertahan hidup dilingkungan yang sangat tandus maupun terhadap perubahan suhu yang relatif ekstrim

Bangsa Cina memandang kecantikan Sansevieria dari bunganya yang beraroma wangi oleh karena itu disebut dengan pak lan, sweet mei lan, ylang ylang, dan jasmine.

Bangsa Cina memandang ada 8 kebaikan tanaman Sansevieria ;

1. Kesuburan (tidak membutuhkan media tanam khusus),

2. Panjang umur (tahan terhadap kondisi ekstrim serta anti polutan),

3. Kecerdasan (bisa mutasi bentuk maupun warna),

4. Seni (bisa dibonsai maupun di grouping),

5. Yin-Yang (……),

6. Kecantikan (mempunyai bentuk maupun warna yang unik bahkan ada yang dapat memantulkan sinar),

7. Kekuatan (pertumbuhan yang tegak ditanah maupun di pot), serta

8. Kemakmuran (Kesanggupan beranak baik dari rimpang maupun stek daun, bahkan anakannya dapat menembus tanah & pot).

Konon hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjukkan bahwa Sanseiveira mampu menyerap 107 jenis unsur berbahaya. Riset lainnya dapat disimpulkan bahwa untuk ruangan seluas 100 m3 cukup ditempatkan Sansevieria Lorentii dewasa berdaun 5 helai agar ruangan itu bebas polutan. Ciri spesifik yang jarang ditemukan pada tanaman lain, diantaranya mampu hidup pada rentang suhu dan cahaya yang luas,sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan mampu menyerapnya sehingga didaerah berlalulintas padat dan didalam ruangan yang penuh dengan asap nikotin dimanfaatkan sebagai antipolutan (air freshener). Sementara di Afrika getah Sansevieria dimanfaatkan sebagai antiracun ular dan serangga.

Fakta keunikan Sansevieria dibanding tanaman hias lainnya adalah :

1. Sanse mengeluarkan Oksigen dan mampu menyerap bau/ polusi yang ada disekitarnya 24 jam terus menerus.

2. Selain dimanfaatkan untuk tanaman Outdoor dilahan terbuka, juga dapat ditanam secara Indoor karena bisa bertahan cukup lama tanpa perlu terkena sinar matahari.

3. Nama jenis Sansevieria lebih pasti karena pemberiannya berasal dari Penelitinya.

4. Dilindungi Organisasi badan Internasional karena di habitatnya sendiri sanseiviera sudah terancam punah.

5. Sampai saat ini tanaman hias yang diakui dunia / memiliki organisasi resmi yaitu Bonsai, Anggrek & Sansevieria (International Sansevieria Sociaty)

6. Dapat mutasi bentuk dan warna

7. Kelangkaan beberapa jenis Sansevieria menjadi tantangan tersendiri bagi Para Hobis untuk memburunya dan memilikinya sehingga masalah harga dinomor duakan.

 

Khasiat Jambu Biji August 19, 2008

Filed under: Tanaman — shaill @ 12:32 pm

DAUN jambu biji tua ternyata mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).

Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma’at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.

Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka kematian dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.

Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang menggunakan hewan model mencit dengan pemberian oral ekstrak daun jambu biji terbukti dapat menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti dapat meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang praktis tidak toksik.

Hambat virus dengue

Daun jambu biji memang mengandung berbagai macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji dapat digunakan sebagai obat anti virus dengue.

Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak.

“Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba,” kata Suprapto.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.

Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini adalah pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui mekanisme kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap aktivitas sistem komplemen dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan mekanisme penurunan permeabilitas pembuluh darah.

Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.

Badan POM dalam waktu dekat juga akan melakukan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang sekarang ini ada. Sampurno optimis karena daun jambu biji bahan bakunya sangat mudah diperoleh dan proses teknologinya sederhana. (LOK)

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.